Jiwadwipa Citta Budaya 2026: Mahakarya Mahasiswa TI Padukan Musik AI, Seni Kontemporer, dan Drama Musikal Ingtai dan Sampik

Liputan eksklusif Jiwadwipa Citta Budaya 2026 oleh Mahasiswa Teknologi Informasi Unud. Menampilkan inovasi Musik AI, Tari Tenun, dan Drama Musikal Sampik Ingtai, berkolaborasi dengan budayabali.com.

Feb 3, 2026 - 06:41
Feb 2, 2026 - 21:09
Jiwadwipa Citta Budaya 2026: Mahakarya Mahasiswa TI Padukan Musik AI, Seni Kontemporer, dan Drama Musikal Ingtai dan Sampik

DENPASAR – Aula Suastika, Fakultas Teknik Universitas Udayana, berubah menjadi panggung megah yang mempertemukan tradisi luhur dan inovasi teknologi masa depan pada Kamis, 15 Januari 2026. Mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi angkatan 2025 sukses menggelar perhelatan akbar bertajuk "Jiwadwipa Citta Budaya", sebuah pertunjukan seni yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna filosofis.

Mengusung tema "Nangun Komunikasi, Nyambung Rasa, Ngardi Kerta Loka", acara ini bertujuan untuk membangun komunikasi yang berlandaskan kesadaran jiwa dan kearifan budaya guna menciptakan keharmonisan. Bekerja sama dengan budayabali.com sebagai kolaborator, pertunjukan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa teknologi mampu mengembangkan pelestarian budaya melalui pendekatan modern.

Tari Tenun (Sumber: Dokumentasi Panitia Pelaksana)

Acara dibuka dengan suasana khidmat melalui pembacaan doa, sebelum akhirnya panggung diambil alih oleh keanggunan penari dalam Tari Tenun. Tarian tradisional Bali yang kini kian jarang dipentaskan ini dipilih secara khusus sebagai simbolisasi kerja keras dan ketelitian.

Setiap gerakan penari yang menggambarkan aktivitas menenun, mulai dari memintal benang hingga menjadi kain. Keindahan gerakan yang merefleksikan filosofi tentang kesabaran, struktur, dan kerja sama tim yang solid. Penampilan ini menjadi fondasi awal yang menegaskan bahwa kesuksesan sebuah karya besar, layaknya sebuah kain tenun yang indah, lahir dari jalinan komunikasi dan koordinasi yang rapi.

Penampilan Vokal Diiringi Musik AI oleh Gung Vimala (Sumber: Dokumentasi Panitia Pelaksana)

Sebagai mahasiswa Teknologi Informasi, sentuhan inovasi digital menjadi sorotan utama dalam segmen hiburan musik. Penonton dibuat terpukau oleh penampilan vokal dari Gung Vimala.

Yang membuat penampilan ini istimewa adalah iringan musiknya. Tidak menggunakan instrumen konvensional sepenuhnya, Gung Vimala bernyanyi diiringi oleh Musik AI (Artificial Intelligence) hasil karya orisinal mahasiswa angkatan 2025. Perpaduan suara vokal manusia yang penuh rasa dengan aransemen musik yang disusun oleh algoritma cerdas menciptakan harmoni unik, menegaskan identitas penyelenggara sebagai talenta-talenta muda yang melek teknologi tanpa melupakan estetika seni.

Penayangan Video Grand Event Jiwadwipa Citta Budaya (Sumber: Dokumentasi Panitia Pelaksana)

Suasana haru sempat menyelimuti Aula Suastika saat penayangan Video Grand Event Jiwadwipa Citta Budaya. Video ini bukan sekadar dokumentasi, melainkan sebuah tribut visual yang merekam tetes keringat dan dedikasi panitia serta seluruh pihak yang terlibat. Audiens diajak melihat perjalanan panjang di balik layar, menyiratkan pesan bahwa kesuksesan acara ini adalah buah dari kerja keras kolektif yang tak kenal lelah.

Namun, air mata haru segera berganti dengan detak kagum saat acara memasuki puncaknya: pementasan Drama Besar "Sampik Ingtai". Bukan sekadar drama konvensional, pertunjukan ini dikemas sebagai sebuah drama musikal yang megah.

Pertunjukkan Drama Sampik dan Ingtai (Sumber: Dokumentasi Panitia Pelaksana)

Kisah klasik cinta tragis dari Negeri Waciu ini dihidupkan kembali dengan sentuhan kontemporer yang segar. Penonton disuguhi dinamika emosi yang "rollercoaster"; mulai dari adegan romantis yang diiringi lagu-lagu syahdu, hingga babak komedi yang mengocok perut. Salah satu highlight budaya yang mencuri perhatian adalah penampilan Megenjekan, sebuah seni vokal berkelompok khas Bali yang dipadukan secara apik ke dalam alur cerita, menambah kemeriahan dan kekayaan artistik panggung.

Keseruan semakin "pecah" ketika batas antara panggung dan penonton diruntuhkan. Aktor utama melakukan aksi breaking the fourth wall dengan memanggil Koprodi serta mantan Koprodi naik ke atas panggung. Dalam sesi ad-libs yang jenaka namun berisi, para pemeran mengajak pimpinan prodi berdialog santai layaknya teman lama. Momen langka ini dimanfaatkan secara cerdas untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa, membahas isu seputar manajemen prodi, hingga meminta wejangan, yang sekaligus menjadi ajang perkenalan hangat dan humanis bagi pimpinan prodi.

Pemberian Penghargaan Kepada Penulis Artikel Terbaik budayabali.com (Sumber: Panitia Pelaksana)

Jiwadwipa Citta Budaya juga menjadi panggung apresiasi akademis yang prestisius. Panitia memberikan penghargaan (Awarding) kepada mahasiswa yang masuk dalam jajaran penulis artikel terbaik tahun 2025 serta penghargaan untuk karya inovatif dalam mata kuliah Tren Teknologi Informasi.

Dipandu oleh duo MC, Tania Gracia dan Bagus Eri, Jiwadwipa Citta Budaya 2026 sukses besar tidak hanya sebagai pentas seni, tetapi sebagai ruang temu harmonis antara teknologi, pelestarian budaya, dan rasa persaudaraan.