Beji Gedong : Tempat Suci di Atas Mata Air Suci di Desa Pejaten
Pura Gedong atau Beji Gedong terletak di Banjar Pangkung, Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali. Tempat suci ini dikenal unik karena tidak memiliki palinggih, melainkan menggunakan dulang suci sebagai media pemujaan. Keistimewaannya semakin bertambah dengan keberadaan goa sakral dan fenomena mata air suci yang muncul secara misterius, sehingga menjadikan pura ini sebagai pusat spiritual yang dijaga masyarakat setempat dengan penuh penghormatan.
Di tengah hamparan persawahan hijau di Desa Pejaten, Tabanan, berdiri sebuah pura yang penuh keunikan sekaligus misteri, yaitu Pura Gedong atau Beji Gedong. Pura ini berbeda dari pura-pura lain di Bali karena tidak memiliki palinggih sebagai tempat pemujaan, melainkan hanya sebuah dulang suci dan pajeng. Kesederhanaan inilah yang justru menghadirkan nuansa sakral yang begitu mendalam, sehingga umat yang datang untuk bersembahyang dapat merasakan keheningan sekaligus kedekatan dengan kekuatan alam dan Sang Pencipta.
Akses Jalan Menuju Beji Gedong (Sumber : Koleksi Pribadi)
Tata ruang Pura Gedong tetap mengikuti konsep trimandala. Pada bagian terluar terdapat pelinggih Ida Betara Wisnu, Padma, serta Bale Gong yang menjadi pintu penghubung dengan lingkungan luar. Di jaba tengah berdiri dua patung macan sebagai penjaga, sementara di utama mandala terdapat dulang suci yang menjadi pusat pemujaan. Selain itu, keistimewaan lain dari pura ini adalah keberadaan goa sakral di bawah pohon beringin besar. Goa tersebut memiliki pintu masuk rendah yang memaksa setiap orang untuk menunduk sebagai bentuk penghormatan, namun di dalamnya ruangan cukup luas dan kerap digunakan umat sebagai tempat lelaku rohani.
Tampak Depan Beji Gedong diapit dengan Persawahan (Sumber : Koleksi Pribadi)
Keberadaan Pura Gedong juga tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sosial masyarakat. Setidaknya lima puluh kepala keluarga dari berbagai banjar, mulai dari Banjar Pangkung, Banjar Pamesan, Banjar Pejaten, memiliki ikatan spiritual dengan pura ini. Mereka secara rutin melaksanakan upacara piodalan, menjaga kebersihan, dan merawat kesucian pura melalui gotong royong. Letaknya yang terpencil, sekitar tujuh ratus meter dari pertigaan Banjar Pangkung dan berdekatan dengan campuhan Yeh Dati serta Yeh Paneng, semakin menambah suasana hening yang mendukung konsentrasi spiritual.
Sumber Mata Air Beji Gedong (Sumber : Koleksi Pribadi)
Dengan segala keistimewaannya, Pura Gedong tidak hanya menjadi pusat persembahyangan umat Hindu, tetapi juga simbol keterhubungan manusia dengan alam dan leluhur. Kesederhanaannya yang tanpa palinggih, keberadaan goa sakral, serta fenomena mata air suci yang penuh misteri menjadikan pura ini sebagai salah satu warisan budaya Bali yang unik sekaligus penuh makna. Di tempat ini, umat diajak untuk merenungkan keseimbangan hidup, kekuatan alam, dan hubungan mendalam dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.