Sanggar Chandra Aradhana: Pelestari Seni dan Budaya di Jantung Baturiti

Sanggar Chandra Aradhana merupakan sebuah wadah seni yang berdiri di Desa Adat Baturiti, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Sanggar ini lahir dengan semangat untuk menjaga, melestarikan, sekaligus mengembangkan seni dan budaya Bali agar tetap hidup di tengah arus modernisasi yang kian cepat. Nama “Chandra Aradhana” sendiri bermakna pemujaan kepada cahaya bulan, melambangkan keindahan, kelembutan, sekaligus kekuatan yang menginspirasi.

Jan 28, 2026 - 05:03
Jan 20, 2026 - 08:57
Sanggar Chandra Aradhana: Pelestari Seni dan Budaya di Jantung Baturiti
Sanggar Tabuh Chandra Aradhana (Sumber: Koleksi Pribadi)

Dengan slogan “Bayurasa”, Sanggar Chandra Aradhana menekankan bahwa setiap gerak dan karya seni bukan hanya sekadar penampilan, tetapi lahir dari keseimbangan antara tenaga (bayu) dan perasaan (rasa). Bayurasa memiliki arti bertenaga tetapi tetap menggunakan perasaan, sehingga setiap karya seni memiliki kekuatan sekaligus kelembutan yang menyentuh hati. Sanggar Chandra Aradhana didirikan oleh sekelompok pegiat seni yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan budaya Bali. Para pengajar, seniman, hingga anak-anak muda dari Desa Adat Baturiti berperan aktif di dalamnya. Mereka bukan hanya sekadar anggota, tetapi juga keluarga besar yang menjadikan sanggar ini sebagai rumah kedua.  Tempat latihan sanggar ini dilaksanakan di Balai Banjar Baturiti Tengah

Kehadiran sanggar di balai banjar ini menjadikannya dekat dengan masyarakat, sehingga memudahkan anak-anak dan remaja untuk ikut serta dalam kegiatan seni dan budaya.Baturiti sendiri dikenal sebagai kawasan yang asri dengan kesejukan alam pegunungan. Suasana ini memberi energi positif sekaligus nuansa yang mendukung kegiatan seni dan budaya. Kehadiran sanggar di tengah desa adat menjadikannya sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat, sekaligus memperkuat identitas Baturiti sebagai desa yang kaya akan tradisi. Sanggar Chandra Aradhana resmi berdiri pada 14 April 2017. Sejak saat itu, sanggar ini telah menjadi pusat kegiatan seni dan budaya yang konsisten melahirkan karya serta penampilan berkualitas. Dalam perjalanannya, sanggar ini juga turut berpartisipasi dalam berbagai acara adat, piodalan, hingga festival budaya.

Pelatih Sanggar Tabuh Chandra Aradhana (Sumber : Koleksi Pribadi)

Dalam bidang karawitan atau gambelan, sanggar ini dibimbing oleh satu pelatih utama, yaitu I Putu Susila Adi Pranata. Kehadiran pelatih ini menjadi pilar penting dalam menjaga kualitas tabuh yang dimainkan oleh para penabuh muda di sanggar ini. Dengan pengalaman serta dedikasi pelatih ini, setiap alunan gambelan yang lahir dari Sanggar Chandra Aradhana memiliki kekuatan, ketepatan, serta keindahan rasa yang mendalam.

Sanggar Tari Chandra Aradhana (Sumber: Koleksi Pribadi)

Selain itu, para pelatih tari dan tokoh masyarakat setempat juga berperan aktif dalam membimbing generasi muda agar mereka tidak hanya terampil dalam menari dan bermain drum, tetapi juga memahami makna di balik setiap karya seni yang mereka tampilkan. Dengan demikian, studio ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga pusat pembentukan karakter generasi muda yang sadar budaya.

Latihan Sanggar Tabuh Chandra Aradhana (Sumber: Koleksi Pribadi)

Sanggar Chandra Aradhana menjalankan perannya melalui kegiatan rutin, seperti latihan tari dan tabuh yang dilakukan secara berkala di Balai Banjar Baturiti Tengah. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa dapat bergabung dan belajar langsung dari para pelatih yang berpengalaman. Dalam setiap penampilannya, sanggar ini selalu menghidupkan makna Bayurasa. Bayu melambangkan tenaga dan kekuatan, sementara rasa melambangkan perasaan dan kelembutan. Keduanya berpadu sehingga setiap gerak tari dan alunan tabuh tidak hanya memiliki energi yang kuat, tetapi juga menyentuh perasaan penonton. Filosofi ini menjadikan setiap karya Sanggar Chandra Aradhana unik, penuh karakter, dan memiliki jiwa.

Pementasan Tabuh Chandra Aradhana (Sumber: Koleksi Pribadi)

Selain latihan, sanggar juga aktif tampil dalam berbagai pementasan, baik di tingkat desa maupun ajang yang lebih luas. Partisipasi ini bukan hanya sebagai bentuk eksistensi, tetapi juga sebagai sarana memperkenalkan budaya Bali kepada masyarakat luas. Dengan dukungan masyarakat Baturiti, sanggar ini berkembang menjadi ruang kreativitas yang terbuka, mengakar pada tradisi, namun tetap relevan dengan perkembangan zaman. Sanggar Chandra Aradhana adalah bukti nyata bahwa seni dan budaya tidak hanya diwariskan, tetapi juga harus dirawat dengan sepenuh hati. Dengan berdiri tegak sejak 14 April 2017 di Baturiti, sanggar ini terus menyalakan cahaya seni dengan slogan Bayurasa sebuah pesan bahwa seni harus lahir dari keseimbangan antara tenaga dan perasaan. Bagi masyarakat Baturiti, kehadiran sanggar ini bukan hanya sekadar pelengkap, tetapi juga identitas yang memperkuat jati diri desa adat. Dan bagi generasi muda, Sanggar Chandra Aradhana adalah ruang belajar, berkarya, sekaligus merasakan makna sejati dari seni dan budaya Bali.